Diskusi Seri ke VI

Diskusi Seri ke VI (4 Februari 2020)

Etnik di Kalimantan sebagai “harta karun”
Rumpun etnik dan imajinasi terkonstruksi
Dayak Agabak rumpun Dayak Murut
Etnik Nasionalism
Kesadaran etnik melalui kerajinan anyaman

Kesadaran pelanggan dengan harga gila sebab ada dewa yang merubah pada harga anyaman yang dibuat. Akabag, pemuda menjadi semacam mode, akabagisme. Modifikasi anyaman UKM, Dekranas sebagai Komodifikasi. Ekonomi perkawinan, kematian dan kelahiran sebagai komodifikasi. Ekonomi Sakralisme, peran media berpengaruh.

Hukum adat, masih dipraktekkan dan nampak cukup penting untuk menyelesaikan masalah hukum diantara komunitas etnik Dayak Agabak. Bedolob adalah sebuah tradisi pengadilan Tuhan di Suku Dayak Agabak yang masih dipelihara hingga saat ini selanjutnyw Bedolob ini langkah terakhir yang diambil untuk penyelesaian sengketa yang terjadi di antara sesama warga dayak Agabak jika penyelesaian secara musyawarah adat tidak menghasilkan solusi bagi kedua belah pihak.

Bedolob itu adalah hakim tertingginya Dayak Agabag ketika ada persoalan yang tidak bisa diurus secara kekeluargaan atau adat. Tingginya sanksi sosial serta efek psikologis dalam tradisi Bedolob membuat warga Dayak Agabag tidak gegabah menyelesaikan sebuah permasalahan dengan tradisi tersebut. Kasus yang biasanya diselesaikan dengan tradisi Bedolob beragam, dari kasus pencurian, sengketa tanah hingga kasus pembunuhan.

Tetua adat akan berusaha menyelesaikan perselisihan yang terjadi dilingkungan masyarakat adat suku Dayak Agabag. Mereka harus menyediakan tebusan. Biasanya tetua adat akan berusaha menyelesaikan perselisihan di antara warganya dengan cara musyawarah secara kekeluargaan maupun secara adat. Karena untuk menggelar ritual Bedolob, selain membutuhkan biaya besar untuk menyediakan tebusan bagi yang kalah dalam pelaksanaan ritual.

Kedua belah pihak harus menyediakan tebusan yang biasanya berupa guci kuno yang harganya puluhan hingga ratusan juta rupiah atau berupa hewan ternak seperti babi sesuai dengan kesepakatan sebelum ritual dimulai kemudian pihak yang kalah dalam Bedolob harus menanggung konsekuensi, membayar tebusan yang telah disepakati.

Bedolob membutuhkan tempat pelaksanaan yang mengharuskan di sebuah sungai, tetua adat juga harus mempersiapkan persyaratan seperti kayu rambutan hutan atau kalambuku sebagai penanda lokasi pelaku Bedolob serta persyaratan upacara pemanggilan roh leluhur.

Saat pemanggilan roh leluhur dibutuhkan upacara serta peralatan seperti beras kuning, jantung pisang, kain kuning, kain merah dan pohon kalambuku. Dalam upacara pemanggilan roh, semua roh nenek moyang dari darat, dari laut dipanggil untuk menyaksikan jalannya prosesi Bedolob dan upacara pemanggilan roh adalah minta izin kepada Tuhan untuk mengadili keduanya.

Upacara pemanggilan roh dengan cara jantung pisang dipukul-pukul ke tanah sekitar 5 menit. Setelah dirasa leluhur kita sudah hadir, para tertuduh yang tidak bersalah, biarpun dia tidak biasa menyelam, bisa bertahan berjam-jam bahkan berhari-hari di dalam air dan tetap selamat tanpa cedera. Sedangkan yang bersalah, biarpun dia ahli menyelam, tak akan mampu bertahan lama. Kalau tertuduh yang bersalah nekad bertahan, maka dari hidung dan telinganya akan keluar darah, dan terpaksa menyerah untuk akhirnya mengakui perbuatannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *